Skip to main content

Belajar Node.js - Tutorial Dasar Node.js


Pemrograman web adalah salah satu pemrograman yang membutuhkan banyak skill.

Untuk menghasilkan satu aplikasi web saja, setidaknya diperlukan minimal 4 skill, misalnya PHP, HTML, Javascript, dan CSS.

Untungnya, saat ini Node.js telah lahir untuk mengurangi skill yang dibutuhkan dalam pemrograman web. Tapi hanya satu saja lho...

Apa itu?

Jawabannya adalah Javascript.

Selama ini kita belajar Javascript untuk melakukan pemrograman di sisi client.

Seperti halnya membuat animasi, dan mengatur layout agar rapi, atau mungkin melakukan request dengan AJAX.

Tapi itu semua di sisi client.

Nah, sekarang sudah ada Node.js. Dengan software ini, kita bisa melakukan pemrograman di sisi server dengan Javascript.

Dengan adanya Node.js, setidaknya satu skill tambahan, misalnya PHP, sudah tidak diperlukan, kecuali kalau Anda ngotot ingin mempelajarinya.

Oleh karena itu, mari kita mulai petualangan ini.

Mengapa Kita Perlu Belajar Node.js?

Bukan hanya Sekadar Bahasa Baru dalam Server Side Scripting

Node.js, yang diciptakan oleh Ryan Dhal pada tahun 2009 bukan hanya sebuah bahasa baru dalam server side scripting, tapi juga merupakan engine baru.

Hal yang membuat Node.js berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya seperti PHP adalah bagaimana ia merespon request dari user.

Pada PHP, misalnya, kita harus menjalakan script php melalui module apache yang harus sudah diinstal sebelumnya.

Dengan kata lain PHP berjalan di atas apache.

Sementara, pada Node.js, web server sudah menjadi bagian dari Node.js itu sendiri.

Dengan kata lain, kita menjalankan web server melalui perintah dalam scriptnya.

Jika Anda pernah belajar PHP, anda mungkin tidak pernah melakukan hal semacam itu dalam script.

Karena seringkali script PHP adalah script yang berjalan "selewat saja".

Kecuali jika anda membuat script PHP untuk php-cli saat membuat aplikasi bot.

Node.js Menggunakan Permissive License

Salah satu kelebihan Node.js adalah lisensinya yang bersifat permissive.

Dengan ini, pengembangan Node.js dapat melibatkan banyak orang.

Selain itu, Node.js bisa didapatkan secara legal tanpa harus membayar lisensi.

Dan yang tidak kalah pentingnya, source code dari Node.js dapat dipastikan aman, karena siapapun dapat melihatnya.

Node.js adalah Software yang Cross Platform

Node.js dapat berjalan di berbagai operating system, yakni Windows, Mac, dan Linux.

Pada halaman downloads resminya, tersedia Node.js untuk Windows Binary (zip), Windows Installer (msi), MacOS Binary, MacOS Installer, Linux Binaries (x86, x64, dan ARM).

Selain itu download package tambahannya adalah SunOS Binaries (32 dan 64 bit), Docker Image, Linux on Power Systems (32 dan 64 bit), Linux on System z (64 bit) dan AIX on Power Systems (64 bit).

Beberapa Aplikasi Terkenal Menggunakan Node.js

Paypal

Paypal menggunakan Node.js agar dapat menyatukan keahlian engineeringnya dalam satu
tim.

Berikut ini pengakuan Jeff Harrel, Senior Director of Payments Products and Engineering at PayPal :
“Node.js helps us solve this (boundary between the browser and server) by enabling both the browser and server applications to be written in JavaScript. It unifies our engineering specialties into one team which allows us to understand and react to our users’ needs at any level in the technology stack”.

LinkedIn

LinkedIn menggunakan Node.js untuk memperkuat server side dari aplikasi mobile-nya.

Berikut ini pengakuan Kiran Prasad, LinkedIn’s Mobile Development Lead:
“One reason was scale. The second is, if you look at Node, the thing it’s best at doing is talking to other services.”

Yahoo

Yahoo menggunakan Node.js untuk mendapatkan performa yang lebih baik.

Berikut ini pengakuan Eric Ferraiuolo, Principal Software Engineer at Yahoo:
“You can make it scale, and it’s very performant, and every property that we’ve moved over to the Node.js stack has seen an increase in performance”

Mozilla

Mozilla menggunakan Node.js karena memory footprint dan alasan lainnya adalah
keseragaman bahasa pemrograman di sisi client dan server.

Berikut ini pengakuan Mark Mayo, Principal Engineer at Mozilla:
“We concretely decided to do Node for two reasons: One was the memory footprint” and “it was advantageous to be able to use the same language on the server side as well as the client side. It’s super empowering for the whole team”

Saya kira alasan sebanyak itu sudah cukup untuk mempelajari Node.js

Oleh karena itulah, saya menyediakan panduan lengkap belajar Node.js.

Agar dapat memahaminya dengan baik, baca sambil praktikkan.

Jika Anda ingin baca versi panjang, kunjungi tutorial Belajar Node.js ini:

http://www.lusfikars.space/2017/11/belajar-node-js-untuk-membuat-website.html

Apabila Anda ingin versi yang lebih ringkas, berikut ini daftarnya:














































Selamat menikmati!

Popular posts from this blog

3 Cara Meng-Include Javascript pada Javascript yang Lain

Ada kalanya, kita perlu meng-include file Javascript lain ke dalam Javascript kita tanpa tag "<script>" yang statis.

Untuk CSS, hal yang serupa bisa juga terjadi, hanya saja sudah ada solusinya, yakni @import.

Lalu bagaimana dengan Javascript?

Perlu diketahui bahwa versi lama dari Javascript tidak memiliki import, include, maupun require.

Akan tetapi, versi Javascript terkini memiliki standard seperti modul ES6 untuk mengimport modul.

Sayangnya, itu tidak disupport oleh kebanyakan browser.


Oleh karena itu, di sini kita akan mempelajari cara meng-include Javascript dari file Javascript lain, termasuk dengan metode yang disediakan modul ES6.

Modul ES6 Ketika modul ini sudah disupport oleh kebanyakan browser, kita tinggal melakukan ini:
//yang_akan_diimport.js export function ngudud() { return "Ngudud"; } //yang_mengimport.js import {ngudud} from 'yang_akan_diimport'; // atau './yang_akan_diimport' let val = ngudud(); // val berisi "Ngud…

Belajar Node.js Part 1 - Pengenalan Node.js

Kembali ke Daftar Isi

Apa itu Node.js?
Node.js adalah framework open source untuk server.Node.js bisa didapatkan secara gratis.Node.js bisa berjalan di berbagai OS, misalnya Windows, Linux, Unix, Mac OS X, dan lain-lain.Node.js menggunakan JavaScript di server.
Mengapa kita menggunakan Node.js?
Node.js berjalan dengan single-thread, non-blocking, asynchronous, yang penggunaan memorinya sangat efisien.Node.js menggunakan Javascript, jadi client dan server sama bahasanya.Event-driven yang memiliki single thread adalah cepat walaupun ketika menangani banyak request sekaligus.Memiliki package yang terus menerus bertambah yang dapat diakses melalui NPM.Node.js cocok untuk prototyping, agile development, dan rapid product iteration.Node.js memiliki permissive license.Node.js dapat berjalan di banyak OS.Komunitas developer Node.js sangat aktif.Beberapa aplikasi terkenal menggunakan Node.js.Tidak hanya untuk web.
Tugas umum sebuah web server adalah membuka file, entah itu file system atau datab…