Skip to main content

Belajar Unity Part 5 - Scripting




Ketika kita sudah memasang script pada game object, kita bisa melihatnya pada inspector.

Dari inspector kita bisa klik nama scriptnya dan membukanya dengan MonoDevelop.

Di dalam script ada bagian kode yang tidak dieksekusi, itu adalah komentar.

Biasanya, pada IDE modern, warna teks komentar dibedakan dengan kode yang dijalankan.

Penggunaan script pada umumnya adalah ditujukan untuk mengendalikan game object yang mana script tersebut dipasang.

Tapi ada kalanya kita hanya membutuhkan script yang tidak memengaruhi game object yang ditempelinya.

Biasanya dilakukan dengan memasang script pada game object kosong.

Kita juga bisa mengontrol game object lain dari script, dengan cara meng-assignnya pada inspector.

Script bisa mengatur banyak komponen dari Unity.

Berikut ini beberapa contohnya.

Transform

Komponen transform mengontrol parameter transformasi dari sebuah game object.

Misalnya scale, position, dan orientation.

Cara mengaksesnya seperti ini:

transform.position = sebuah_vector3 ;
transform.rotation = sebuah_quaternion;
transform.localScale = sebuah_vector3;

Renderer

Komponen renderer berfungsi untuk mengontrol bagaimana game object di-render di layar.

Kita bisa menempatkan texture, mengubah warna, dan mengubah shader, serta visibilitas dari sebuah game object.

Caranya seperti ini:

renderer.enabled = false; 
renderer.material.color = new Color(0, 255, 0); 
renderer.material.mainTexture = myTexture; 
renderer.material.shader = newShader;

Physics

Unity telah menerapkan physics engine dalam sistemnya sehingga kita bisa mengubah properti fisik dari sebuah game object.

Beberapa komponen yang merupakan komponen physics adalah Rigidbody, Collider, dan Joint.

Kita bisa memanipulasinya dengan cara:

rigidbody.angularDrag = 0.1f;
rigidbody.mass = 100;
rigidbody.isKinematic = false;
rigidbody.useGravity = true;
rigidbody.AddForce(transform.forward * 100);

Input

Game yang tidak menerima input dari pemain tampaknya agak kurang gameiawi #apaseh....

Ada beberapa jenis input yang bisa dibaca di Unity, dan kebanyakan dari mereka dapat diakses melaui kode.

Berikut ini contohnya:

Vector3 mousePos = Input.mousePosition;
bool isLeftClicking = Input.GetMouseButton(0);
bool isPressingSpace = Input.GetKey(KeyCode.Space);

Debugging

Katakanlah ada sebuah script yang tidak bekerja semestinya.

Maka ada kemungkinan terdapat kode yang salah dalam script.

Misalnya saja syntax error.

Jika demikian, maka game tidak akan bisa di-play.

Selain itu, akan muncul pesan error pada window "Console" di Unity.

Tapi itu masih belum terlalu merepotkan.

Kadang ada script yang kodenya valid, tapi logikanya salah.

Itu lebih sulit untuk diperbaiki.

Sumber:
http://www.makeuseof.com/tag/programming-game-unity-beginners-guide/

Popular posts from this blog

Belajar Node.js - Tutorial Dasar Node.js

Pemrograman web adalah salah satu pemrograman yang membutuhkan banyak skill.

Untuk menghasilkan satu aplikasi web saja, setidaknya diperlukan minimal 4 skill, misalnya PHP, HTML, Javascript, dan CSS.

Untungnya, saat ini Node.js telah lahir untuk mengurangi skill yang dibutuhkan dalam pemrograman web. Tapi hanya satu saja lho...

Apa itu?

Jawabannya adalah Javascript.

Selama ini kita belajar Javascript untuk melakukan pemrograman di sisi client.

Seperti halnya membuat animasi, dan mengatur layout agar rapi, atau mungkin melakukan request dengan AJAX.

Tapi itu semua di sisi client.

Nah, sekarang sudah ada Node.js. Dengan software ini, kita bisa melakukan pemrograman di sisi server dengan Javascript.

Dengan adanya Node.js, setidaknya satu skill tambahan, misalnya PHP, sudah tidak diperlukan, kecuali kalau Anda ngotot ingin mempelajarinya.

Oleh karena itu, mari kita mulai petualangan ini.

Mengapa Kita Perlu Belajar Node.js? Bukan hanya Sekadar Bahasa Baru dalam Server Side Scripting

Node.…

34+ Website untuk Menjual Kode dan Aplikasi Anda

Programmer juga manusia.

Jadi butuh penghasilan juga.

Beberapa cara programmer untuk menghasilkan uang adalah:
Menjual Aplikasi.Menjual Source Code/Script.Menjual Buku.Menjual File Pendukung Aplikasi. Cara-cara tersebut didukung oleh adanya marketplace untuk menjual produk digital seperti source code, script, aplikasi, ebook, dan file-file yang mendukung pembuatan aplikasi.

Marketplace-marketplace tersebut saya bagi dua:
Yang lokal (dalam negeri).Yang internasional. Cara pembayaran produk dari customer ke marketplace tersebut beragam.

Mulai dari credit card, paypal, bitcoin, dan sebagainya. Akan saya paparkan sebisa saya.

Fitur-fitur dari setiap marketplace tersebut juga berbeda-beda. Akan saya sebutkan jika ada yang menarik.

Berikut ini adalah daftar marketplace tersebut.
Marketplace Lokal (Dalam Negeri) 1. Ratakan URL: https://www.ratakan.com/

Yang bisa dijual:
Semua jenis produk digital. Pembayaran produk:
Transfer Bank (BCA, BNI, BRI, Mandiri).Bitcoin (melalui BitBayar).BCA Klikpay.A…

3 Cara Meng-Include Javascript pada Javascript yang Lain

Ada kalanya, kita perlu meng-include file Javascript lain ke dalam Javascript kita tanpa tag "<script>" yang statis.

Untuk CSS, hal yang serupa bisa juga terjadi, hanya saja sudah ada solusinya, yakni @import.

Lalu bagaimana dengan Javascript?

Perlu diketahui bahwa versi lama dari Javascript tidak memiliki import, include, maupun require.

Akan tetapi, versi Javascript terkini memiliki standard seperti modul ES6 untuk mengimport modul.

Sayangnya, itu tidak disupport oleh kebanyakan browser.


Oleh karena itu, di sini kita akan mempelajari cara meng-include Javascript dari file Javascript lain, termasuk dengan metode yang disediakan modul ES6.

Modul ES6 Ketika modul ini sudah disupport oleh kebanyakan browser, kita tinggal melakukan ini:
//yang_akan_diimport.js export function ngudud() { return "Ngudud"; } //yang_mengimport.js import {ngudud} from 'yang_akan_diimport'; // atau './yang_akan_diimport' let val = ngudud(); // val berisi "Ngud…